Marhaban ya Ramadhan.
Selamat Datang Bulan yang Mulia

Alhamdulillah, Bulan Ramadhan sebentar lagi akan mendatangi kita. Selamat datang di Bulan yang Mulia dan penuh berkah ini.
Ramadhan adalah bulan suci umat Islam, bulan yang mulia, di dalamnya banyak terlimpah keutamaan dan ampunan yang tidak diperoleh di bulan lain.

Bagaimana persiapan kita dalam menyambut bulan yang penuh berkah ini?

Pada bulan Ramadhan, setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka. Oleh karena itu jangan sampai kita lewati bulan Ramadhan dengan sia-sia, mari perbanyak amal shalih, perbanyak istighfar dan perbanyak doa. Semoga kita bisa mengisi Ramadhan dengan kebaikan yang banyak.

Melalui buku-buku ini, kita akan mengetahui hal-hal apa saja yang dibutuhkan dan yang harus dilakukan selama bulan ramadhan, bahkan ketika ramadhan telah berakhir.

Ketiga buku ini disusun dengan bab-bab yang ringkas agar kita lebih mudah untuk memahaminya. Selain itu buku-buku ini bisa menjadi bahan referensi rujukan ceramah, kultum atau kajian intensif selama Ramadhan.

Semoga buku ini memberikan tuntunan yang bermanfaat bagi Anda dan keluarga dalam mengisi bulan Ramadhan yang mulia. Aamiin.

Tunggu apa lagi. Milikilah buku ini segera.
Baca, pahami dan amalkan.

Buku 1

Judul : Panduan Ramadhan, Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : 176 halaman
Berat : 210 gram
Harga : Rp 30.000,00

Buku 2

Judul : Mutiara Nasihat Ramadhan (seri ke-1)
Harga : Rp 25.000,00

Buku 3

Judul : Mutiara Nasihat Ramadhan (seri ke-2)
Harga : Rp 30.000,00

Total Harga: Rp 85.000,00

ISLAM, SAINS DAN KESEHATAN
METODE ISLAM DAN SAINS DALAM MENGUNGKAP KEBENARAN

Tanggapan terhadap Buku “Metode Imunisasi Ciptaan Allah, Solusi Islam dalam Imunisasi” karya dr. Susilorini, M.Si, Med., SpPA.

Kode Buku: ISK
Ukuran: 24,5 x 15 cm
Tebal: 528 halaman
Harga: Rp 125.000,00

Bagaimanakah seharusnya seorang muslim bersikap terhada segala bentuk pengobatan dan metode alami yang sering dianggap benar dan di klaim lebih “Islami”?
Benarkah metode ini lebih “Islami” dan lebih tepat untuk dipilih?
Apakah Islam memiliki metode untuk menimbang setiap klaim yang disampaikan berkaitan dengan masalah agama dan kesehatan?

Sinopsis Ringkas:

Buku ini disusun karena keprihatinan ketika melihat sebagian orang yang mencoba menghubung-hubungkan ajaran atau tuntunan Islam dengan sains (ilmu pengetahuan), padahal sebenarnya sangat jauh dari fakta sains yang sebenarnya. Sebagian orang awam menjadi terkagum-kagum, karena begitu “dahsyatnya” pemaparan sesuati yang berlabel “Islami” ketika dihubungkan dengan sains terkini. Padahal, yang dipaparkan itu hanyalah berdasarkan opini dan pendapat pribadi, sehingga konsekuensinya bisa jadi berbahaya bagi islam itu sendiri, dan juga masyarakat muslim.

Yang berkecimpung di dunia sains, terutama di bidang kedokteran dan kesehatan, kita tahu berapa banyak dan berapa lama penelitian yang dibutuhkan untuk mengatakan bahwa suatu bentuk intervensi benar-benar terbukti bermanfaat, dan aman untuk manusia. Kita tahu, misalnya, berapa lama penelitian kandidat vaksin dibutuhkan sampai kita bisa memanfaatkan produknya.

Jika dalam agama kita belajar membedakan manakah hadits yang shahih dan dha’if, sejatinya hal itu adalah upaya menjaga “evidence” (bukti) agar setiap klaim kita tentang agama didukung bukti, dalil, atau “evidence” yang shahih. Inilah yang dipelajari dalam ilmu hadits. Ada hadits shahih yang mencapai derajat mutawatir, hadits shahih yang yang tidak mencapai derajat mutawatir, hadits hasan, hadits dha’if, hadits maudhu’, dan sebagainya. Inilah “level of evidence” yang dipelajari dalam ilmu hadits. Evidance yang shahih pun belum cukup, tetapi harus didukung pula oleh kaidah “istidlal” (metode berdalil) yang benar. Inilah yang dipelajari dalam ilmu ushul fiqh. Metode-metode ini dirumuskan oleh para ulama untuk menjaga kemurnian agama Islam.

Begitu pula dalam sains kesehatan (biomedis). Ada “level of evidence” dari tingkat paling tinggi (level I) ke tingkat paling rendah (level V). Hal ini untuk menjaga agar setiap klaim yang kita sampaikan adalah didukung fakta penelitian yang kuat, bukan sekedar interpretasi apalagi opini pribadi. Bukan pula asal comot ayat Al-Qur’an, hadits, lalu dihubung-hubungkan dengan “fakta sains” yang belum tentu fakta. Karena bisa jadi masih berupa dugaan, teori, atau hipotesis. Karena jika ternyata keliru, maka fatal akibatnya, karena masyarakat bisa jadi kemudian meragukan kebenaran Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Mari berpikir kritis, saudaraku.. Jangan mudah berdecak kagum dengan pemaparan sains yang seolah-olah “Islami”.

Ketua Tim Penulis:
dr. M. Saifudin Hakim, MSc

Editor Naskah:
1. dr. M. Saifudin Hakim, MSc
2. Ustadz Aris Munandar, SS, M.PI

Tim Penulis:
1. Dr. dr. Zakiudin Munasir, SpA(K)
2. dr. Indra Widjayanti Harmadi
3. dr. Yordan Khaedir, PhD
4. dr. pramudita Ramadhina Prasetyanti, MSc
5. dr. M. Saifudin hakim, MSc
6. dr. Mulki Angela, PhD
7. dr. Raehanul bahraen
8. dr. Sarrah Ayuandari
9. Ajeng Kusumaningtyas Pramono, SSi, MS, MSc
10. Aditya Budiman, ST
11. dr. Niken Miranti Mahaweni, MSc
12. Mila Desi Anasanti, ST, MSc

Kata Sambutan:
1. Dr. Ir. Lukmanul Hakim, Msi
2. Ustadz Fauzan bin Abdillah, ST, Lc. MA
3. Ustadz Aris Munandar, SS, MPi
4. dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K)

IMUNISASI: LUMPUHKAN GENERASI?
MENJAWAB TUDUHAN UMMU SALAMAH, SH, HAJJAM

Kode Buku : ILG
Ukuran : 24 X 15 cm
Tebal : 436 halaman
Harga : Rp 80.000,00

Sinopsis Ringkas:

Buku ini merupakan jawaban dan tanggapan terstruktur dan sistematis atas buku karya Ummu Salamah, SH, Hajjam berjudul: VAKSINASI: DAMPAK, KONSPIRASI, & SOLUSI SEHAT ALA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM. Buku karya Ummu Salamah ini mengumpulkan sebagian besar argumentasi penggiat anti-vaksin untuk menolak vaksinasi.

Katanya:

Vaksin mengandung racun atau tercemar bahan berbahaya. Produsen vaksin sengaja memasukkan virus aktif untuk membunuh umat manusia. Vaksin justru menyebabkan berbagai penyakit yang membahayakan manusia. Vaksin bisa merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Vaksin menimbulkan efek samping yang semakin banyak ketika diberikan secara terus-menerus. Efek samping vaksin justru disembunyikan, ditutup-tutupi, atau tidak pernah dilaporkan. Penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin sebetulnya sudah jarang dijumpai dan tidak menular atau relatif ringan. ASI saja cukup, tidak perlu vaksin, karena ASI adalah vaksin alami. Vaksin sebenarnya tidak diperlukan karena yang lebih baik adalah dengan kembali kepada bahan-bahan “alami”. Imunisasi bertujuan mensterilkan manusia sehingga tidak punya keturunan.

Vaksin adalah sebuah “adonan” yang berasal dari nanah atau darah penderita suatu penyakit, lalu ditumbuhkan dalam sel-sel janin hasil aborsi, sel ginjal kera atau anjing, dicampur dengan bumbu penyedap seperti merkuri (timerosal), aluminium, formalin, dan enzim babi, lalu disuntikkan ke tubuh bayi. Terdapat konspirasi bahwa kebijakan imunisasi sebetulnya lebih didasari atas keinginan mencari profit dan keuntungan. Dokter dan tenaga kesehatan yang menjalankan program imunisasi justru mendapatkan keuntungan dari penyakit yang malah diakibatkan oleh vaksin itu sendiri. Kampanye program imunisasi adalah bentuk menakut-nakuti yang berlebihan dengan memaparkan bahaya penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan pemberian vaksin. Imunisasi adalah bagian dari konspirasi Yahudi dan Amerika untuk menghancurkan negara-negara berkembang.

Di buku ini akan dipaparkan bahwa semua informasi “heboh” mengenai vaksin atau imunisasi tersebut di atas adalah INFORMASI YANG TIDAK BENAR.

Tim Penulis:

1. dr. M. Saifudin Hakim, MSc.
2. dr. Dian Kesumapramudya, PhD
3. dr. Dirga Sakti Rambe, MSc (VPCD)
4. Indra Fathiana, S.Psi
5. dr. Umm Hamzah
6. dr. Laksmi Purwitosari, SpS
7. Mila Anasanti Mila Anasanti, ST, MSc
8. Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, ST, MSc
9. dr. Noorma Rina Hanifah
10. dr. Raehanul Bahraen
11. dr. Julian Sunan
12. dr. Annisa Karnadi

Kata Sambutan:

1. dr. Abu Tholib, MSc, PhD, SpMK(K) [Dosen FK UGM]
2. Dr. dr. Zakiudin Munasir, SpA(K) [Dosen FK UI]

 

Judul : Traveling Bernilai Ibadah
Kode Buku : TBI
Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
Halaman : 74 halaman
Harga : Rp 10.000,00

Anda penggemar traveling? Sering jalan ke mana-mana? Bahkan mungkin ada yang bolak-balik untuk melakukan umrah. Moga juga bisa tindak haji sih.

Yuk buat anda yang hobi traveling kira-kira masih bingung ngga nih tentang cara-cara ibadah dan adab-adabnya ketika safar? Bingung shalat di kereta, pesawat atau kapal? Atau bingung ketika kondisi tidak memungkinkankan namun kewajiban ibadah harus ditunaikan?

Traveling itu sungguh menyenangkan. Walaupun diisi dengan senang-senang, jangan sampai lupa akan ibadah. Karena seringnya traveler melupakan shalat saat di perjalanan. Maka perlu diketahui bahwa traveling termasuk dalam safar jika perjalanannya keluar kota telah menempuh jarak 85 km menurut para ulama. Juga ada aturan-aturan yang perlu dipahami seperti tidak boleh melakukan safar bagi seorang wanita tanpa ditemani mahram. Apa alasannya?

Yuks biar travelingmu menjadi menyenangkan dan tetap bernilai ibadah langsung pesan buku baru karya ustadz Muhammad Abduh Tuasikal ini.

EDISI REVISI + COVER BARU

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Kode Buku : NHRS
Ukuran: 14,5 x 9,5 cm
Tebal: 132 halaman
Harga: Rp. 12.000,00

Natal, Hari Raya Siapa?

Meluruskan dan Menguatkan Kembali Kecintaan Seorang Muslim terhadap agamanya

Miris terasa ketika melihat keadaan kaum muslimin saat ini. Karena didikan aqidah yang serba kurang sehingga hal yang biasa dan wajar jika mereka pun turut serta dalam memeriahkan perayaan Natal. Ada yang dengan mengucapkan selamat natal dan Merry Christmas. Ini pun yang kami lihat sejak kecil di Jayapura, Papua, bahkan ini yang dialami kaum muslimin di Indonesia Timur. Kaum muslimin begitu biasa mengucapkan selamat Natal pada Nashrani padahal jelas sekali hari besar tersebut bukanlah perayaan kita kaum muslimin. Bahkan ada pula yang sampai memeriahkannya dengan memakai aksesoris, busana dan pakaian seperti sinter klas, ada pula yang saling memberikan hadiah, juga sampai menghadiri acara natal di Gereja.

Musibah, sungguh suatu musibah karena musibah ini adalah musibah yang merenggut aqidah.

(Sepenggal kalimat pengantar dari penulis…)

Bagaimana seorang muslim bersikap dalam menghadapi realita ini…
Temukan jawabannya di buku ini..

Sebuah buku kecil yg InsyaAllah akan membantu meluruskan dan Menguatkan aqidah seorang muslim, yg di masa ini semakin tergerus gelombang fitnah pemikiran yg merusak agamanya.
Semoga bermanfaat…

 

Anda ingin souvenir pernikahan yang bermanfaat dan berpahala?

Kami menyediakan souvenir nikah bagi anda yang ingin memberikan manfaat akhirat kepada tamu undangan anda sekalian.

Kami juga menerima souvenir untuk kegiatan lembaga, bonus penjualan produk anda, ataupun kegiatan lainnya dengan desain yang indah dan harga terjangkau.

Spesifikasi Souvenir

1. Isi buku: Dzikir pagi dan petang (dilengkapi dzikir setelah shalat)
2. Ukuran: 14×10 cm (buku saku)
3. Tebal: 76 halaman

Harga Souvenir

1. Jika dengan desain yang sudah ada, edit konten saja
300 x  Rp 4.750 = Rp 1.425.000
400 x Rp 4.500 = Rp 1.800.000
500 x Rp 4.200 = Rp 2.100.000

2. Jika dengan desain yang baru
300 x Rp 5.000 = Rp 1.500.000
400 x Rp 4.750 = Rp 1.900.000
500 x Rp 4.500 = Rp 2.250.000

Untuk jumlah yang berbeda, silakan kontak kami.

Silakan pilih desain sesuai dengan selera anda, untuk desain yang lain, silakan kontak kami.

Semoga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir melalui buku saku ini. Amin.

Contoh Desain: klik di sini | di sini | di sini | di sini | di sini

Judul : Pembuka Pintu Rizki
Kode Buku : PPR
Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
Ukuran : 11,5 x 17 cm
Halaman : 160 halaman
Harga : Rp 25.000,00

4 Pelancar dan Penghambat Rizki

Ada faidah ilmu berharga yang kami peroleh dan disebutkan oleh ulama rabbani, yang moga kita bisa gali ilmu ini. Ilmu tersebut adalah mengenai pelancar dan penghambat rizki.

Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan:

Ada 4 hal pelancar rezeki:
1- shalat malam
2- memperbanyak istighfar di waktu sahur
3- membiasakan sedekah
4- berdzikir di pagi dan petang

Ada 4 hal penghambat rezeki:
1- tidur pagi
2- sedikit shalat
3- malas-malasan
4- sifat khianat

Ini nasehat umum yang beliau sampaikan dalam Zaadul Ma’ad, 4: 378.

Penerbit : Pustaka Muslim Yogyakarta
Judul : Panduan Mudah Tentang Zakat
Kode Buku : PMTZ
Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : 114 Halaman
Harga : Rp 20.000,00

Zakat secara bahasa berarti an namaa’ (tumbuh), az ziyadah (bertambah), ash sholah (perbaikan), menjernihkan sesuatu dan sesuatu yang dikeluarkan dari pemilik untuk menyucikan dirinya.

Dan zakat adalah rukun Islam terpenting setelah dua kalimat syahadat dan shalat. Dan hukum menunaikannya adalah wajib berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku`lah beserta orang-orang yang ruku.” (QS al-Baqarah: 43)

Barangsiapa mengingkari wajibnya maka ia telah kafir, baik dia berzakat maupun tidak dan barangsiapa yang tidak mau membayar zakat karena bakhil dan pelit, karena sayang terhadap harta dan masih mengakui wajibnya zakat maka ia telah berdosa besar, terancam dengan siksa yang besar dan mengerikan di akhirat nanti, dan juga di dunia ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. ali-Imran: 180)

Syarat wajib zakat
a) Merdeka, bukan budak
b) Muslim
c) Hartanya mencapai nishab. Nishab adalah kadar harta tertentu sesuai dengan jenis harta tersebut. Baik pemilik harta maupun anak-anak, berakal maupun gila. Karena zakat wajib pada harta bukan pada orangnya.
d) Kepemilikannya mapan dan stabil dalam satu tahun atau tiap panen. Tidak berkaitan dengan harta orang lain.
e) Berlalu satu tahun (haul), berdasarkan hadits ‘Aisyah Radhiyallahu`anha bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada zakat pada harta hingga berlalu satu tahun” HR Ibnu Majah dan At Tirmidzi. Kecuali pada pertanian, tidak diwajibkan pada tiap tahun, namun diwajibkan pada setiap panennya.

Harta yang dizakati
a) Emas, perak dan yang semisalnya, seperti uang dan lainnya.
b) Barang dagangan, semua barang dagangan.
c) Binatang ternak, yakni sapi, unta dan kambing
d) Pertanian, pada hasil bumi yang bisa ditakar dan ditimbang serta disimpan

Judul : Mengenal Bid’ah Lebih Dekat
Kode Buku : MBLD
Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
Ukuran : 11,5 x 17 cm
Halaman : 110 halaman
Harga : Rp 18.000,00

 “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS. Al Ma’idah: 3).

“…dikit-dikit bid’ah…. dikit-dikit bid’ah…”

“…apa-apa bid’ah… apa-apa bid’ah…”

Terkadang kita mendengar kalimat tersebut ataupun yang semisalnya dilontarkan kepada kita ataupun kepada dai dan aktivis dakwah yang menyeru kepada sunnah. Tidak jarang yang melontarkan adalah tokoh agama atau tokoh masyarakat yang disegani di lingkungan kita. Kata “bid’ah” diidentikkan kepada orang yang seram, menakutkan dan dianggap memecah belah umat. Namun bagaimana hakikat sebenarnya?

Para pelaku bid’ah dan pembelanya melontarkan berbagai pembelaan untuk membela bid’ah. Diantaranya adalah dengan mengatakan Umar bin Khaththab pun dikatakan melakukan bid’ah, yaitu dengan melakukan shalat tarawih berjamaah. Dikatakan pula bahwa Para sahabat pernah melakukan bid’ah dengan mengumpulkan Al Qur’an, Yang penting kan niatnya !, ini kan sudah tradisi di tempat kami, baca Qur’an kok dilarang?!.

Kalau semua yang baru itu disebut bid’ah, berarti mobil, pesawat, telepon, HP itu bid’ah juga dong? Pake unta saja sana….

Kalimat-kalimat tersebut hanyalah sebagian dari berbagai pembelaan terhadap bid’ah yang dilakukan sebagian kaum muslimin.

Namun, sebenarnya apakah hakikat bid’ah itu, apakah ada dalil yang melarangnya, apa saja pembelaan pelaku bid’ah dan bagaimana meluruskannya, apakah dampak buruk bid’ah bagi agama Islam? Temukan jawabannya dalam buku ini, sebuah buku ringkas yang membahas seputar bid’ah dengan pembahasan yang mudah dan sederhana sehingga memudahkan kita untuk memahaminya. Semoga bermanfaat…

zp8497586rq

Penerjemah : Muhammad Abduh Tuasikal
Kode Buku : DPPB
Ukuran : 14,5 x 19,5 cm
Jumlah halaman : 76 halaman
Penerbit : Pustaka Muslim Yogyakarta
Harga : Rp 15.000,00

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Ibnul Qayyim rahimahullah menceritakan bahwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sesekali pernah shalat Shubuh dan beliau duduk berdzikir pada Allah Ta’ala sampai beranjak siang. Setelah itu beliau berpaling padaku dan berkata, ‘Ini adalah kebiasaanku di pagi hari. Jika aku tidak berdzikir seperti ini, hilanglah kekuatanku’ –atau perkataan beliau yang semisal ini-.

Jika seseorang melupakan dzikir maka kondisinya sebagaimana badan yang hilang kekuatan. Itulah barangkali kenapa kita kurang semangat dalam beraktivitas, salah satunya adalah karena lalai dari dzikrullah. Padahal dengan dzikir, sumber-sumber kekuatan akan terserap atas kemudahan dari Allah. Sebab inilah yang membuat kami termotivasi untuk menyusun buku ini.

Dzikir harian muslim ini berisi tiga macam dzikir, yaitu dzikir pagi petang, dzikir setelah shalat, dan dzikir sebelum tidur. Dzikir-dzikir tersebut kami nukil dari kitab dzikir yang amat tersohor di zaman ini, kitab Hish-nul Muslim, buah tangan Syaikh Sa’ad bin Wahf Al Qohthoni hafizhohullah, disertai dengan penjelasan tambahan dari kitab Syarh Hish-nul Muslim.

Moga yang disajikan di buku ini bermanfaat. Semoga Allah memberi taufik agar rutin diamalkan.