Katalog Pustaka Muslim

Marhaban ya Ramadhan.
Selamat Datang Bulan yang Mulia

Alhamdulillah, Bulan Ramadhan sebentar lagi akan mendatangi kita. Selamat datang di Bulan yang Mulia dan penuh berkah ini.
Ramadhan adalah bulan suci umat Islam, bulan yang mulia, di dalamnya banyak terlimpah keutamaan dan ampunan yang tidak diperoleh di bulan lain.

Bagaimana persiapan kita dalam menyambut bulan yang penuh berkah ini?

Pada bulan Ramadhan, setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka. Oleh karena itu jangan sampai kita lewati bulan Ramadhan dengan sia-sia, mari perbanyak amal shalih, perbanyak istighfar dan perbanyak doa. Semoga kita bisa mengisi Ramadhan dengan kebaikan yang banyak.

Melalui buku-buku ini, kita akan mengetahui hal-hal apa saja yang dibutuhkan dan yang harus dilakukan selama bulan ramadhan, bahkan ketika ramadhan telah berakhir.

Ketiga buku ini disusun dengan bab-bab yang ringkas agar kita lebih mudah untuk memahaminya. Selain itu buku-buku ini bisa menjadi bahan referensi rujukan ceramah, kultum atau kajian intensif selama Ramadhan.

Semoga buku ini memberikan tuntunan yang bermanfaat bagi Anda dan keluarga dalam mengisi bulan Ramadhan yang mulia. Aamiin.

Tunggu apa lagi. Milikilah buku ini segera.
Baca, pahami dan amalkan.

Buku 1

Judul : Panduan Ramadhan, Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : 176 halaman
Berat : 210 gram
Harga : Rp 30.000,00

Buku 2

Judul : Mutiara Nasihat Ramadhan (seri ke-1)
Harga : Rp 25.000,00

Buku 3

Judul : Mutiara Nasihat Ramadhan (seri ke-2)
Harga : Rp 30.000,00

Total Harga: Rp 85.000,00

Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
Penerbit : Pustaka Muslim Yogyakarta
Kode Buku : PR
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : 176 halaman
Berat : 210 gram
Harga : Rp 30.000,00

Sinopsis

Ramadhan adalah bulan suci umat Islam, bulan yang mulia, di dalamnya banyak terlimpah keutamaan yang tidak diperoleh di bulan lain. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya):

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)

Di dalamnya pula terdapat malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

Pada bulan Ramadhan, setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka. Oleh karena itu jangan sampai kita lewati bulan Ramadhan dengan sia-sia, mari perbanyak amal shalih, perbanyak istighfar dan perbanyak doa. Semoga kita bisa mengisi Ramadhan dengan kebaikan yang banyak.

Semoga buku ini memberikan tuntunan yang bermanfaat bagi kita dalam mengisi bulan Ramadhan yang mulia. Aamiin.

PAKET AYAH BUNDA

Ummi, Ijinkan Aku menangis…
Jika Air Matamu Terjatuh krn Kedurhakaanku.

Buku diatas berisi untaian kata-kata penuh hikmah sarat makna, mengajak kita untuk memahami betapa mulianya kedua orang tua. Maka jangan sampai air matanya mengalir karena kedurhakaan kita.

Imam Abu Hanifah Rahimahullah pernah berkata, “Demi Allah bukanlah pukulan cambuk yang menyakitkanku, akan tetapi cucuran air mata ibundaku yang membuat hatiku terluka.” Segera seka air matanya dan buatlah ia bahagia!

#####

Ayah Ditemani Sunyi Aku Merindukanmu.

Buku yg berisi tentang bagaimana sosok seorang ayah yang ideal sesuai syariat, kewajiban seorang ayah, panduan berbakti kepada ayah, disertai kisah-kisah teladan seorang ayah dan juga kisah bakti anak kepada orang tuanya.

Semoga bermanfaat…

#####

Penulis: Abu Uyainah Muhammad Yusuf As Sahaby

Judul : Ayah, Ditemani Sepi Aku Merindukanmu
Ukuran : 15 x 24 cm
Tebal : 340 halaman
Harga : Rp 55.000,00

Judul : UMMI, IJINKAN AKU MENANGIS… Jika Air Matamu Terjatuh Karena Kedurhakaanku
Ukuran : 24 x 15 cm
Tebal : 284 halaman
Harga : Rp 45.000,00

Kode: PB.BKAB

Paket Buku Ayah + Ummi sebesar Rp 100.000,00 dan dapatkan bonus buku dzikir pagi petang

banner ayah bunda

Penulis : Abu Mushlih Ari Wahyudi
Penerbit : Pustaka Muslim Yogyakarta
Kode Buku : IKHLAS
Ukuran : 10 x 15 cm
Tebal : 92 Halaman
Harga : Rp 11.000,00

Berbicara tentang ikhlas adalah sesuatu yang sangat penting. Hal ini karena ikhlas merupakan amalan hati yang menjadi syarat diterimanya segala amal dan ketaatan. Semua bentuk ibadah tidak akan ada nilai dan keutamaannya jika tidak didasari dengan ikhlas. Bahkan, dua kalimat syahadat tidaklah diterima.

Jika tidak diucapkan dengan landasan ikhlas. Demikian pula shalat, dzikir, dakwah, dan sebagainya. Imam Ibnul Qayyim rahimahulllah berkata, “Seandainya ilmu bisa bermanfaat tanpa amalan niscaya Allah Yang Maha Suci tidak akan mencela para pendeta Ahli Kitab. Jika seandainya amalan bisa bermanfaat tanpa adanya ikhlas niscaya Allah juga tidak akan mencela orang-orang munafik.” (alFawa’id, hal. 34).

Semoga dengan hadirnya buku ini membantu kita untuk bisa belajar Ikhlas dalam setiap amalan kita.

Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
Judul Buku : Kesetiaan pada Non Muslim
Kode Buku : KPNM
Harga : Rp 15.000,00

Allah Ta”ala Berfirman (yang artinya), “Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu adalah bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka.” (QS. Al-Mujadilah: 22)

Imam Ibnu Katsir menuturkan, “Orang-orang beriman tidaklah mencintai orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya walaupun mereka adalah kerabat dekat.” (Tafsir Al-Quran Al “Azhim, 7/212)

Buku ini berisi prinsip al wala wal bara, yaitu bagaimanakah seorang muslim bersikap loyal atau setia pada muslim. Pembahasan dalam buku yang ada di hadapan Anda diawali dengan pembahasan prinsip akidah muslim terhadap non muslim, baru merembet pada masalah toleransi, larangan tasyabbuh (menyerupai) non muslim, bagaimana berinteraksi dengan non mnuslim, juga di akhir bahasan buku ini disinggung mengenai nikah beda agama.

Prinsip akidah al wala wal bara yang disajikan dalam buku ini masi sangat kurang dipahami oleh umat islam saat ini. Sudah sepantasnya buku ini dimiliki untuk dikaji dan dipelajarai.

 

Penulis: Raehanul Bahraen
Penerbit: Pustaka Muslim Yogyakarta
Kode Buku: TC
Harga: Rp 20.000,00
Ukuran: 11×17 cm

TERLANJUR CINTA

“Apa yang dilakukan bila terlanjur jatuh cinta? Simak kisah mereka yang dimabuk cinta. Tentang pria yang bingung mencari cinta. Juga wanita yang sedang menanti cinta. Saling mencinta namun belum mampu untuk menikah”

Kalau ngomong Masalah cinta, maka gak akan habis dibahas, hanya episode yang berulang dari awal zaman hingga saat ini, kisah atau sandiwara yang berulang-berulang dengan

Bagaimana Qabil membunuh Habil,

Julius Caesar yang konon bertekuk mengharap cinta Cleopatra

Unta nabi Shalih yang terbunuh, Nabi Yusuf yang kuat melawan godaan cinta terlarang

Julio dan romiet yang konon bunuh dari bersama, harapannya ruh memadu kasih di surga karena di dunia hendak dipisahkan

Bagaimana Sitinurbaya yang terpaksa mencintai

Kisah-kisah diatas hanya sedikit dari berbagai kisah cinta dengan tragedinya, dengan keanehannya dan dengan kebahagiaannya. Kisah diatas belum bisa mewakili berbagai kisah cinta yang masih terkubur oleh ketidaktahuan manusia dan tidak angkat ceritanya di atas permukaan pengetahuan manusia. Masih banyak kisah cinta yang lebih bahagia telinga mendengarnya dan lebih deras air mata mengalir karena melihatnya.

Sampai di zaman modern sekarang ini, kisah cintapun bertambah dan lebih menunjukkan macamnya. kisah cinta di zaman modern ini hanya mengulang kisah-kisah cinta di zaman sebelumnya dengan skenario yang hampir sama bahkan sama persis. hanyalah perbedaan zaman, perbedaan adat, perbedaan tempat dan waktu, perbedaan pemikiran yang menjadi bumbu pelengkap serta ramuan yang membedakannya dengan kisah-kisah sebelumnya.

Telah tertulis di surat kabar dan majalah, kisah dua sejoli yang rela bunuh diri bersama meminum racun bersama karena cinta mereka tidak direstui, telah termaktub juga kisah seorang suami yang membunuh istrinya hanya karena praduga istrinya telah selingkuh. Wallohu musta’anmanusia buta karena cinta.

Begitu besar kekuatan cinta, selalu melahirkan kisah dan memunculkan masalahnya sejak zaman manusia mulai diberi beban beribadah dimuka bumi sampai ujung kehidupan dunia. Oleh karenanya Allah Al-Hakim, Yang Maha Bijaksana, menurunkan agama Islam yang mulia ini dimana didalamnya terdapat penjelasan mengenai cinta. bagaimana seorang hamba menyikapi cinta, siapakah yang didahulukan cintanya, bagaimana meredam gejolak cinta asmara.

Hal ini pula yang mendorong kami dengan segala keterbatasan ilmu mencoba mengangkat tema mengenai cinta. Namun karena pembahasan cinta sangat luas cakupannya maka kami hanya membatasi pembahasan cinta sesuai dengan kisah-kisah pengantar diatas yaitu cinta dua sejoli pasangan manusia atau lebih tepatnya cinta asmara.

Sebuah buku yang menggugah hati untuk berbakti kepada orang tua, terutama kepada ibu….

Judul : UMMI, IJINKAN AKU MENANGIS… Jika Air Matamu Terjatuh Karena Kedurhakaanku
Penulis : Abu Uyainah Muhammad Yusuf As Sahaby
Kode Buku : UIAM
Ukuran : 24 x 15 cm
Tebal : 284 halaman
Harga : Rp 45.000,00

Sinopsis

Ummi…
Ketika Aku melihatmu
Entah kenapa terpancar dari wajah teduhmu ketenangan
Terbesit dari balik senyummu keindahan
Dan terasa lebih indah jika aku ceritakan semua ini
Pada bintang yang berkilauan…

Ummi…
Izinkanlah aku menangis
Jika air matamu menangis
Jika air matamu terjatuh karena kedurhakaanku
Kedua tanganmu memelukku karena kerinduanmu padaku
Bibir dan lisanmu yang kau basahi dengan dzikir dan doa
Demi mengharapkan keshalihan agama dan akhlakku

Ummi…
Ketika detak jantungku mulai berdetak kencang
Dan terasa akan berhenti..
Saraf dalam tubuhku mulai merasakan sakit yang tidak akan terobati
Denyut nafas dalam jiwaku mulai terasa berhenti
Maka, hanya kalimat maaf yang masih terlantun lembut
Dari lubuk hati kecilku..

Buku diatas adalah seuntai risalah cinta yang ditulis oleh seorang pemuda belia penggembala kambing. Berisi untaian kata-kata penuh hikmah sarat makna, mengajak kita untuk memahami betapa mulianya kedua orang tua. Maka jangan sampai air matanya mengalir karena kedurhakaan kita. Imam Abu Hanifah Rahimahullah pernah berkata, “Demi Allah bukanlah pukulan cambuk yang menyakitkanku, akan tetapi cucuran air mata ibundaku yang membuat hatiku terluka.” Segera seka air matanya dan buatlah ia bahagia!

 

Penerbit : Pustaka Muslim Yogyakarta
Judul Buku : Vaksinasi, Mubah dan Bermanfaat
Kode Buku : VMDB
Penulis : Raehanul Bahraen
Ukuran : 14 x 20 cm
Jumlah halaman : 178 Halaman
Harga : Rp 30.000,00

SINOPSIS BUKU:
▶ Secara umum masyarakat menerima dengan baik pengobatan kedokteran modern. Terbukti jika sakit kebanyakan mereka berobat ke dokter yang menggunakan prinsip dan metode pengobatan modern yang memang sudah terbukti secara ilmiah. Termasuk dalam hal ini adalah vaksinasi, akan tetapi jika sudah membawa-bawa nama agama dan “label” haram, maka bisa jadi langsung tidak percaya dan tidak lagi kritis secara ilmiah dalam menaggapi. Bahkan ada sedikit (bahkan bisa dikatakan sedikit sekali) dari kalangan medis yang meragukan tentang keamanan vaksin, padahal mereka bisa meneliti dan bukti-bukti ilmiah sangat mudah didapatkan.

▶ Meluruskan pemahaman sebagian dari masyarakat yang salah memahami tentang vaksinasi. Berita-berita seperti ini sangat cepat menyebar melalui berbagai media. Saat ini, media baik di dunia nyata maupun dunia maya sangat cepat berkembang, misalnya vaksinasi ternyata berbahaya, membuat tubuh menjadi lemah, merusak generasi bangsa. Berita bahwa vaksin terbuat dari nanah, bekas darah, terbuat dari ginjal babi dan kera. Belum lagi isu-isu bahwa vaksinasi merupakan konspirasi Yahudi dan Zionisme untuk melemahkan bangsa selain mereka, agar mudah dikuasai.

▶ Buku ini membahas tentang vaksinasi baik dari sisi syariat dan medis. Sisi syariat lebih banyak kami bahas yaitu hukum vaksin secara syariat. Karena inilah yang lebih meresahkan masyarakat.

▶ Yang perlu kita perbaiki bersama adalah berusaha dan mencegah untuk tidak saling benci dan mencela, menganggap musuh atau berdebat baik di dunia nyata maupun dunia maya. Hanya karena berbeda pendapat mengenai vaksinasi. Seorang muslim itu bersaudara dan memiliki hak persaudaraan.

▶ Kami juga tidak memaksa seorangpun agar percaya kepada paparan yang kami sajikan. Sebagaimana prinsip dakwah, jika diterima alhamudulillah dan jika tidak diterima maka jangan dimusuhi karena yang didakwahi adalah saudara sesama muslim. Justru harus didoakan agar banyak mendapat kebaikan, karena ini dari dakwah adalah menginginkan kebaikan kepada yang didakwahi.

KATA PENGANTAR:
1⃣ Prof. dr. Cissy B. Kartasasmita, Sp.A (K), M.Sc, Ph.D
(Ketua Satgas Imunisasi PP IDAI 2014-2017)
2⃣ Prof. dr. Budi Mulyono, Sp.PK (K), MM
(Kepala Bagian Patologi Klinik UGM, Direktur RSUP DR. Sardjito Yogyakarta 2009-2012)
3⃣ dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp. A (K)
(Founder Rumah Vaksin, Sekjen PP IDAI 2014-2017)
4⃣ DR.Med. dr. Suwarso Sp.PK (K)
Ahli Virologi dan konsultan Praktisi Vaksinasi

Muraja’ah: Ustadz DR. Arifin Badri, MA
(Doktor Jurusan Fikh Alumni Universitas Islam Madinah)

Penerbit:  Pustaka Muslim Yogyakarta
Judul Buku : Panduan Qurban
Kode Buku : PQ
Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
Ukuran : 14,5 cm x 21 cm
Jumlah halaman : 116 halaman
Harga : Rp 25.000,00

Panduan Qurban

Bagaimanakah hukum kurban? Apakah wajib ataukah sunnah? Jumhur atau mayoritas ulama menganggap kurban itu sunnah muakkad. Namun jangan sampai yang mampu atau punya kelapangan rezeki meninggalkannya.

Di antara dalil lain dari mayoritas ulama adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

“Jika masuk bulan Dzulhijah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih qurban, maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya.” (HR. Muslim no. 1977, dari Ummu Salamah). Yang dimaksud di sini adalah dilarang memotong rambut dan kuku shohibul qurban itu sendiri.

Sebagaimana dinukil dari Imam Nawawi, Imam Syafi’i berkata, “Dalil di atas menunjukkan bahwa hukum kurban itu tidak wajib. Karena dalam hadits digunakan kata “aroda” (siapa yang mau). Seandainya menyembelih qurban itu wajib, maka cukuplah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya hingga berkurban.” (Al Majmu’, 8: 217).

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menukil perkataan Ibnu Hazm bahwa tidak ada seorang sahabat pun yang menyatakan bahwa kurban itu wajib. Yang ada, mayoritas ulama menganggap bahwa hukum kurban itu sunnah. Namun kurban tetaplah disyari’atkan. Dinukil dari Adhwaul Bayan, 5: 617.

Dalam Al Majmu’ (8: 216), Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Menurut madzhab Syafi’i dan madzhab mayoritas ulama, hukum kurban adalah sunnah muakkad bagi yang mudah (punya kelapangan rezeki) untuk melakukannya dan itu tidak wajib. Demikianlah pendapat kebanyakan ulama. Yang berpendapat demikian adalah Abu Bakr Ash Shiddiq, ‘Umar bin Al Khottob, Bilal, Abu Mas’ud Al Badri, Sa’id bin Al Musayyin, ‘Atho’, ‘Alqomah, Al Aswad, Malik, Ahmad, Abu Yusuf, Ishaq, Abu Tsaur, Al Muzani, Daud dan Ibnul Mundzir.”

Di akhir bahasan tentang hukum kurban, Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Seandainya hukum kurban itu wajib, tentu tidaklah gugur karena luput, artinya mesti diganti sebagaimana keadaannya untuk shalat jum’at dan kewajiban lainnya. Namun ulama Hanafiyah berpendapat bahwa jika kurban itu luput, maka tidak wajib qodho’. Adapun jawaban untuk dalil-dalil yang mengatakan wajib, maka bisa jadi dalil tersebut dho’if sehingga tidak bisa dijadikkan argumen (pendukung). Seandainya shahih, maka hadits tersebut dibawa ke hukum sunnah karena kompromi berbagai dalil. Wallahu a’lam.” (Al Majmu’, 8: 217).

Jumhur atau mayoritas ulama yaitu ulama Syafi’iyah, Hambali, dan Malikiyah berpendapat bahwa hukum kurban itu sunnah muakkad. Namun bagi yang mampu dilarang meninggalkannya.

Buku ini membahas
1- Keutamaan qurban
2- Hikmah qurban
3- Ketentuan qurban
4- Adab penyembelihan
5- Pemanfaatan qurban
6- Penyaluran qurban
7- Masalah terkini seputar qurban
8- Menggabungkan qurban dan aqiqah

Penerbit : Pustaka Muslim Yogyakarta
Judul Buku : Untukmu yang Sedang Sakit
Kode Buku : UYSS
Penulis : Ammi Nur Baits
Ukuran : 9,5 x 14 cm
Harga : Rp 10.000,00

Sakit…
Kata yang sering kita dengar dan kita pasti pernah mengalaminya. Namun setiap orang berbeda dalam menyikapinya. Bagi sebagian orang, sakit menjadi hal yang sangat berat dan menjadikannya berbuat dosa. Namun bagi sebagian orang, sakit bisa menjadi sebab ladang pahala dan penggugur dosa.

Dalam buku ini dijelaskan kiat-kiat berbahagia ketika sakit, doa, dzikir dan amalan ketika sakit, doa dan amalan ketika menjenguk orang sakit, doa pengaman ketika tidur, doa dan amalan harian dan amalan ibadah yang berkaitan dengan sakit.

Semoga dengan hadirnya buku ini, bisa memberikan manfaat yang besar bagi kaum muslimin.