ISLAM, SAINS DAN KESEHATAN
METODE ISLAM DAN SAINS DALAM MENGUNGKAP KEBENARAN

Tanggapan terhadap Buku “Metode Imunisasi Ciptaan Allah, Solusi Islam dalam Imunisasi” karya dr. Susilorini, M.Si, Med., SpPA.

Kode Buku: ISK
Ukuran: 24,5 x 15 cm
Tebal: 528 halaman
Harga: Rp 125.000,00

Bagaimanakah seharusnya seorang muslim bersikap terhada segala bentuk pengobatan dan metode alami yang sering dianggap benar dan di klaim lebih “Islami”?
Benarkah metode ini lebih “Islami” dan lebih tepat untuk dipilih?
Apakah Islam memiliki metode untuk menimbang setiap klaim yang disampaikan berkaitan dengan masalah agama dan kesehatan?

Sinopsis Ringkas:

Buku ini disusun karena keprihatinan ketika melihat sebagian orang yang mencoba menghubung-hubungkan ajaran atau tuntunan Islam dengan sains (ilmu pengetahuan), padahal sebenarnya sangat jauh dari fakta sains yang sebenarnya. Sebagian orang awam menjadi terkagum-kagum, karena begitu “dahsyatnya” pemaparan sesuati yang berlabel “Islami” ketika dihubungkan dengan sains terkini. Padahal, yang dipaparkan itu hanyalah berdasarkan opini dan pendapat pribadi, sehingga konsekuensinya bisa jadi berbahaya bagi islam itu sendiri, dan juga masyarakat muslim.

Yang berkecimpung di dunia sains, terutama di bidang kedokteran dan kesehatan, kita tahu berapa banyak dan berapa lama penelitian yang dibutuhkan untuk mengatakan bahwa suatu bentuk intervensi benar-benar terbukti bermanfaat, dan aman untuk manusia. Kita tahu, misalnya, berapa lama penelitian kandidat vaksin dibutuhkan sampai kita bisa memanfaatkan produknya.

Jika dalam agama kita belajar membedakan manakah hadits yang shahih dan dha’if, sejatinya hal itu adalah upaya menjaga “evidence” (bukti) agar setiap klaim kita tentang agama didukung bukti, dalil, atau “evidence” yang shahih. Inilah yang dipelajari dalam ilmu hadits. Ada hadits shahih yang mencapai derajat mutawatir, hadits shahih yang yang tidak mencapai derajat mutawatir, hadits hasan, hadits dha’if, hadits maudhu’, dan sebagainya. Inilah “level of evidence” yang dipelajari dalam ilmu hadits. Evidance yang shahih pun belum cukup, tetapi harus didukung pula oleh kaidah “istidlal” (metode berdalil) yang benar. Inilah yang dipelajari dalam ilmu ushul fiqh. Metode-metode ini dirumuskan oleh para ulama untuk menjaga kemurnian agama Islam.

Begitu pula dalam sains kesehatan (biomedis). Ada “level of evidence” dari tingkat paling tinggi (level I) ke tingkat paling rendah (level V). Hal ini untuk menjaga agar setiap klaim yang kita sampaikan adalah didukung fakta penelitian yang kuat, bukan sekedar interpretasi apalagi opini pribadi. Bukan pula asal comot ayat Al-Qur’an, hadits, lalu dihubung-hubungkan dengan “fakta sains” yang belum tentu fakta. Karena bisa jadi masih berupa dugaan, teori, atau hipotesis. Karena jika ternyata keliru, maka fatal akibatnya, karena masyarakat bisa jadi kemudian meragukan kebenaran Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Mari berpikir kritis, saudaraku.. Jangan mudah berdecak kagum dengan pemaparan sains yang seolah-olah “Islami”.

Ketua Tim Penulis:
dr. M. Saifudin Hakim, MSc

Editor Naskah:
1. dr. M. Saifudin Hakim, MSc
2. Ustadz Aris Munandar, SS, M.PI

Tim Penulis:
1. Dr. dr. Zakiudin Munasir, SpA(K)
2. dr. Indra Widjayanti Harmadi
3. dr. Yordan Khaedir, PhD
4. dr. pramudita Ramadhina Prasetyanti, MSc
5. dr. M. Saifudin hakim, MSc
6. dr. Mulki Angela, PhD
7. dr. Raehanul bahraen
8. dr. Sarrah Ayuandari
9. Ajeng Kusumaningtyas Pramono, SSi, MS, MSc
10. Aditya Budiman, ST
11. dr. Niken Miranti Mahaweni, MSc
12. Mila Desi Anasanti, ST, MSc

Kata Sambutan:
1. Dr. Ir. Lukmanul Hakim, Msi
2. Ustadz Fauzan bin Abdillah, ST, Lc. MA
3. Ustadz Aris Munandar, SS, MPi
4. dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K)

Judul : Traveling Bernilai Ibadah
Kode Buku : TBI
Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
Halaman : 74 halaman
Harga : Rp 10.000,00

Anda penggemar traveling? Sering jalan ke mana-mana? Bahkan mungkin ada yang bolak-balik untuk melakukan umrah. Moga juga bisa tindak haji sih.

Yuk buat anda yang hobi traveling kira-kira masih bingung ngga nih tentang cara-cara ibadah dan adab-adabnya ketika safar? Bingung shalat di kereta, pesawat atau kapal? Atau bingung ketika kondisi tidak memungkinkankan namun kewajiban ibadah harus ditunaikan?

Traveling itu sungguh menyenangkan. Walaupun diisi dengan senang-senang, jangan sampai lupa akan ibadah. Karena seringnya traveler melupakan shalat saat di perjalanan. Maka perlu diketahui bahwa traveling termasuk dalam safar jika perjalanannya keluar kota telah menempuh jarak 85 km menurut para ulama. Juga ada aturan-aturan yang perlu dipahami seperti tidak boleh melakukan safar bagi seorang wanita tanpa ditemani mahram. Apa alasannya?

Yuks biar travelingmu menjadi menyenangkan dan tetap bernilai ibadah langsung pesan buku baru karya ustadz Muhammad Abduh Tuasikal ini.

Anda ingin souvenir pernikahan yang bermanfaat dan berpahala?

Kami menyediakan souvenir nikah bagi anda yang ingin memberikan manfaat akhirat kepada tamu undangan anda sekalian.

Kami juga menerima souvenir untuk kegiatan lembaga, bonus penjualan produk anda, ataupun kegiatan lainnya dengan desain yang indah dan harga terjangkau.

Spesifikasi Souvenir

1. Isi buku: Dzikir pagi dan petang (dilengkapi dzikir setelah shalat)
2. Ukuran: 14×10 cm (buku saku)
3. Tebal: 76 halaman

Harga Souvenir

1. Jika dengan desain yang sudah ada, edit konten saja
300 x  Rp 4.750 = Rp 1.425.000
400 x Rp 4.500 = Rp 1.800.000
500 x Rp 4.200 = Rp 2.100.000

2. Jika dengan desain yang baru
300 x Rp 5.000 = Rp 1.500.000
400 x Rp 4.750 = Rp 1.900.000
500 x Rp 4.500 = Rp 2.250.000

Untuk jumlah yang berbeda, silakan kontak kami.

Silakan pilih desain sesuai dengan selera anda, untuk desain yang lain, silakan kontak kami.

Semoga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir melalui buku saku ini. Amin.

Contoh Desain: klik di sini | di sini | di sini | di sini | di sini

Judul : Pembuka Pintu Rizki
Kode Buku : PPR
Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
Ukuran : 11,5 x 17 cm
Halaman : 160 halaman
Harga : Rp 25.000,00

4 Pelancar dan Penghambat Rizki

Ada faidah ilmu berharga yang kami peroleh dan disebutkan oleh ulama rabbani, yang moga kita bisa gali ilmu ini. Ilmu tersebut adalah mengenai pelancar dan penghambat rizki.

Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan:

Ada 4 hal pelancar rezeki:
1- shalat malam
2- memperbanyak istighfar di waktu sahur
3- membiasakan sedekah
4- berdzikir di pagi dan petang

Ada 4 hal penghambat rezeki:
1- tidur pagi
2- sedikit shalat
3- malas-malasan
4- sifat khianat

Ini nasehat umum yang beliau sampaikan dalam Zaadul Ma’ad, 4: 378.

Penerbit : Pustaka Muslim Yogyakarta
Judul : Panduan Mudah Tentang Zakat
Kode Buku : PMTZ
Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : 114 Halaman
Harga : Rp 20.000,00

Zakat secara bahasa berarti an namaa’ (tumbuh), az ziyadah (bertambah), ash sholah (perbaikan), menjernihkan sesuatu dan sesuatu yang dikeluarkan dari pemilik untuk menyucikan dirinya.

Dan zakat adalah rukun Islam terpenting setelah dua kalimat syahadat dan shalat. Dan hukum menunaikannya adalah wajib berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku`lah beserta orang-orang yang ruku.” (QS al-Baqarah: 43)

Barangsiapa mengingkari wajibnya maka ia telah kafir, baik dia berzakat maupun tidak dan barangsiapa yang tidak mau membayar zakat karena bakhil dan pelit, karena sayang terhadap harta dan masih mengakui wajibnya zakat maka ia telah berdosa besar, terancam dengan siksa yang besar dan mengerikan di akhirat nanti, dan juga di dunia ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. ali-Imran: 180)

Syarat wajib zakat
a) Merdeka, bukan budak
b) Muslim
c) Hartanya mencapai nishab. Nishab adalah kadar harta tertentu sesuai dengan jenis harta tersebut. Baik pemilik harta maupun anak-anak, berakal maupun gila. Karena zakat wajib pada harta bukan pada orangnya.
d) Kepemilikannya mapan dan stabil dalam satu tahun atau tiap panen. Tidak berkaitan dengan harta orang lain.
e) Berlalu satu tahun (haul), berdasarkan hadits ‘Aisyah Radhiyallahu`anha bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada zakat pada harta hingga berlalu satu tahun” HR Ibnu Majah dan At Tirmidzi. Kecuali pada pertanian, tidak diwajibkan pada tiap tahun, namun diwajibkan pada setiap panennya.

Harta yang dizakati
a) Emas, perak dan yang semisalnya, seperti uang dan lainnya.
b) Barang dagangan, semua barang dagangan.
c) Binatang ternak, yakni sapi, unta dan kambing
d) Pertanian, pada hasil bumi yang bisa ditakar dan ditimbang serta disimpan

Marhaban ya Ramadhan.
Selamat Datang Bulan yang Mulia

Alhamdulillah, Bulan Ramadhan sebentar lagi akan mendatangi kita. Selamat datang di Bulan yang Mulia dan penuh berkah ini.
Ramadhan adalah bulan suci umat Islam, bulan yang mulia, di dalamnya banyak terlimpah keutamaan dan ampunan yang tidak diperoleh di bulan lain.

Bagaimana persiapan kita dalam menyambut bulan yang penuh berkah ini?

Pada bulan Ramadhan, setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka. Oleh karena itu jangan sampai kita lewati bulan Ramadhan dengan sia-sia, mari perbanyak amal shalih, perbanyak istighfar dan perbanyak doa. Semoga kita bisa mengisi Ramadhan dengan kebaikan yang banyak.

Melalui buku-buku ini, kita akan mengetahui hal-hal apa saja yang dibutuhkan dan yang harus dilakukan selama bulan ramadhan, bahkan ketika ramadhan telah berakhir.

Ketiga buku ini disusun dengan bab-bab yang ringkas agar kita lebih mudah untuk memahaminya. Selain itu buku-buku ini bisa menjadi bahan referensi rujukan ceramah, kultum atau kajian intensif selama Ramadhan.

Semoga buku ini memberikan tuntunan yang bermanfaat bagi Anda dan keluarga dalam mengisi bulan Ramadhan yang mulia. Aamiin.

Tunggu apa lagi. Milikilah buku ini segera.
Baca, pahami dan amalkan.

Buku 1

Judul : Panduan Ramadhan, Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : 176 halaman
Berat : 210 gram
Harga : Rp 30.000,00

Buku 2

Judul : Mutiara Nasihat Ramadhan (seri ke-1)
Harga : Rp 25.000,00

Buku 3

Judul : Mutiara Nasihat Ramadhan (seri ke-2)
Harga : Rp 30.000,00

Total Harga: Rp 85.000,00

Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
Penerbit : Pustaka Muslim Yogyakarta
Kode Buku : PR
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : 176 halaman
Berat : 210 gram
Harga : Rp 30.000,00

Sinopsis

Ramadhan adalah bulan suci umat Islam, bulan yang mulia, di dalamnya banyak terlimpah keutamaan yang tidak diperoleh di bulan lain. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya):

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)

Di dalamnya pula terdapat malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

Pada bulan Ramadhan, setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka. Oleh karena itu jangan sampai kita lewati bulan Ramadhan dengan sia-sia, mari perbanyak amal shalih, perbanyak istighfar dan perbanyak doa. Semoga kita bisa mengisi Ramadhan dengan kebaikan yang banyak.

Semoga buku ini memberikan tuntunan yang bermanfaat bagi kita dalam mengisi bulan Ramadhan yang mulia. Aamiin.

Penulis : Abu Mushlih Ari Wahyudi
Penerbit : Pustaka Muslim Yogyakarta
Kode Buku : IKHLAS
Ukuran : 10 x 15 cm
Tebal : 92 Halaman
Harga : Rp 11.000,00

Berbicara tentang ikhlas adalah sesuatu yang sangat penting. Hal ini karena ikhlas merupakan amalan hati yang menjadi syarat diterimanya segala amal dan ketaatan. Semua bentuk ibadah tidak akan ada nilai dan keutamaannya jika tidak didasari dengan ikhlas. Bahkan, dua kalimat syahadat tidaklah diterima.

Jika tidak diucapkan dengan landasan ikhlas. Demikian pula shalat, dzikir, dakwah, dan sebagainya. Imam Ibnul Qayyim rahimahulllah berkata, “Seandainya ilmu bisa bermanfaat tanpa amalan niscaya Allah Yang Maha Suci tidak akan mencela para pendeta Ahli Kitab. Jika seandainya amalan bisa bermanfaat tanpa adanya ikhlas niscaya Allah juga tidak akan mencela orang-orang munafik.” (alFawa’id, hal. 34).

Semoga dengan hadirnya buku ini membantu kita untuk bisa belajar Ikhlas dalam setiap amalan kita.

Penulis: Raehanul Bahraen
Penerbit: Pustaka Muslim Yogyakarta
Kode Buku: TC
Harga: Rp 20.000,00
Ukuran: 11×17 cm

TERLANJUR CINTA

“Apa yang dilakukan bila terlanjur jatuh cinta? Simak kisah mereka yang dimabuk cinta. Tentang pria yang bingung mencari cinta. Juga wanita yang sedang menanti cinta. Saling mencinta namun belum mampu untuk menikah”

Kalau ngomong Masalah cinta, maka gak akan habis dibahas, hanya episode yang berulang dari awal zaman hingga saat ini, kisah atau sandiwara yang berulang-berulang dengan

Bagaimana Qabil membunuh Habil,

Julius Caesar yang konon bertekuk mengharap cinta Cleopatra

Unta nabi Shalih yang terbunuh, Nabi Yusuf yang kuat melawan godaan cinta terlarang

Julio dan romiet yang konon bunuh dari bersama, harapannya ruh memadu kasih di surga karena di dunia hendak dipisahkan

Bagaimana Sitinurbaya yang terpaksa mencintai

Kisah-kisah diatas hanya sedikit dari berbagai kisah cinta dengan tragedinya, dengan keanehannya dan dengan kebahagiaannya. Kisah diatas belum bisa mewakili berbagai kisah cinta yang masih terkubur oleh ketidaktahuan manusia dan tidak angkat ceritanya di atas permukaan pengetahuan manusia. Masih banyak kisah cinta yang lebih bahagia telinga mendengarnya dan lebih deras air mata mengalir karena melihatnya.

Sampai di zaman modern sekarang ini, kisah cintapun bertambah dan lebih menunjukkan macamnya. kisah cinta di zaman modern ini hanya mengulang kisah-kisah cinta di zaman sebelumnya dengan skenario yang hampir sama bahkan sama persis. hanyalah perbedaan zaman, perbedaan adat, perbedaan tempat dan waktu, perbedaan pemikiran yang menjadi bumbu pelengkap serta ramuan yang membedakannya dengan kisah-kisah sebelumnya.

Telah tertulis di surat kabar dan majalah, kisah dua sejoli yang rela bunuh diri bersama meminum racun bersama karena cinta mereka tidak direstui, telah termaktub juga kisah seorang suami yang membunuh istrinya hanya karena praduga istrinya telah selingkuh. Wallohu musta’anmanusia buta karena cinta.

Begitu besar kekuatan cinta, selalu melahirkan kisah dan memunculkan masalahnya sejak zaman manusia mulai diberi beban beribadah dimuka bumi sampai ujung kehidupan dunia. Oleh karenanya Allah Al-Hakim, Yang Maha Bijaksana, menurunkan agama Islam yang mulia ini dimana didalamnya terdapat penjelasan mengenai cinta. bagaimana seorang hamba menyikapi cinta, siapakah yang didahulukan cintanya, bagaimana meredam gejolak cinta asmara.

Hal ini pula yang mendorong kami dengan segala keterbatasan ilmu mencoba mengangkat tema mengenai cinta. Namun karena pembahasan cinta sangat luas cakupannya maka kami hanya membatasi pembahasan cinta sesuai dengan kisah-kisah pengantar diatas yaitu cinta dua sejoli pasangan manusia atau lebih tepatnya cinta asmara.

Penerbit : Pustaka Muslim Yogyakarta
Judul Buku : Vaksinasi, Mubah dan Bermanfaat
Kode Buku : VMDB
Penulis : Raehanul Bahraen
Ukuran : 14 x 20 cm
Jumlah halaman : 178 Halaman
Harga : Rp 30.000,00

SINOPSIS BUKU:
▶ Secara umum masyarakat menerima dengan baik pengobatan kedokteran modern. Terbukti jika sakit kebanyakan mereka berobat ke dokter yang menggunakan prinsip dan metode pengobatan modern yang memang sudah terbukti secara ilmiah. Termasuk dalam hal ini adalah vaksinasi, akan tetapi jika sudah membawa-bawa nama agama dan “label” haram, maka bisa jadi langsung tidak percaya dan tidak lagi kritis secara ilmiah dalam menaggapi. Bahkan ada sedikit (bahkan bisa dikatakan sedikit sekali) dari kalangan medis yang meragukan tentang keamanan vaksin, padahal mereka bisa meneliti dan bukti-bukti ilmiah sangat mudah didapatkan.

▶ Meluruskan pemahaman sebagian dari masyarakat yang salah memahami tentang vaksinasi. Berita-berita seperti ini sangat cepat menyebar melalui berbagai media. Saat ini, media baik di dunia nyata maupun dunia maya sangat cepat berkembang, misalnya vaksinasi ternyata berbahaya, membuat tubuh menjadi lemah, merusak generasi bangsa. Berita bahwa vaksin terbuat dari nanah, bekas darah, terbuat dari ginjal babi dan kera. Belum lagi isu-isu bahwa vaksinasi merupakan konspirasi Yahudi dan Zionisme untuk melemahkan bangsa selain mereka, agar mudah dikuasai.

▶ Buku ini membahas tentang vaksinasi baik dari sisi syariat dan medis. Sisi syariat lebih banyak kami bahas yaitu hukum vaksin secara syariat. Karena inilah yang lebih meresahkan masyarakat.

▶ Yang perlu kita perbaiki bersama adalah berusaha dan mencegah untuk tidak saling benci dan mencela, menganggap musuh atau berdebat baik di dunia nyata maupun dunia maya. Hanya karena berbeda pendapat mengenai vaksinasi. Seorang muslim itu bersaudara dan memiliki hak persaudaraan.

▶ Kami juga tidak memaksa seorangpun agar percaya kepada paparan yang kami sajikan. Sebagaimana prinsip dakwah, jika diterima alhamudulillah dan jika tidak diterima maka jangan dimusuhi karena yang didakwahi adalah saudara sesama muslim. Justru harus didoakan agar banyak mendapat kebaikan, karena ini dari dakwah adalah menginginkan kebaikan kepada yang didakwahi.

KATA PENGANTAR:
1⃣ Prof. dr. Cissy B. Kartasasmita, Sp.A (K), M.Sc, Ph.D
(Ketua Satgas Imunisasi PP IDAI 2014-2017)
2⃣ Prof. dr. Budi Mulyono, Sp.PK (K), MM
(Kepala Bagian Patologi Klinik UGM, Direktur RSUP DR. Sardjito Yogyakarta 2009-2012)
3⃣ dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp. A (K)
(Founder Rumah Vaksin, Sekjen PP IDAI 2014-2017)
4⃣ DR.Med. dr. Suwarso Sp.PK (K)
Ahli Virologi dan konsultan Praktisi Vaksinasi

Muraja’ah: Ustadz DR. Arifin Badri, MA
(Doktor Jurusan Fikh Alumni Universitas Islam Madinah)